Suku Angkola Bukan Batak

Rabu, 15 Juli 2020

ASAL MULA MARGA DALIMUNTHE

     Kisah Marga Dalimunthe di Aek Billah

  Mengenang Marga Dalimunthe diaek bilah rantau parapat labuhan batu
Pada zaman dahulu kala nenek moyang saya dgn para saudara dan saudarinya serta para pengikut dan pengawalnya  merapat didaerah pinggiran sungai yg banyak bebatuan  suatu ketika daerah tersebut ramai untuk jual dan beli ( Perniagaan ) termasuk maaf perdagangan budak  hingga dikenal   kota ar'qat  hingga kini dikenal rantau parapat
Didaerah sinilah pertama kali kami menurut tutur keluarga menyandang marga dalimunthe  yg berasal dari kerajaan Tersebut Dari Muang tche / Huangche  /Muangthe / Thuanche / Thanche mungkin kini tersebut Aceh
Familiarnya Dalimunthe  karena penyebutan hurup R tersebut Atau terdengar L yaitu : Dali = Dari dan Muangthe = Munthe
Baijuri Dali Munthe

Rantau Prapat (kota)
Ibukota Kabupaten Labuhanbatu

Rantauprapat ( Arab Melayu/ Jawi: رنتاو ڤاراڤات, dibaca: Rantau Prapat) adalah ibu kota Kabupaten Labuhanbatu, Sumatra Utara, Indonesia. Kota ini dilintasi oleh Jalan Raya Lintas Sumatra Timur. Kota ini berada di dekat perbatasan Sumatra Utara dan Riau. Kota ini dilengkapi dengan akses kereta api, yang menghubungkan kota ini dengan ibu kota provinsi, Medan.

Fakta Singkat: Negara, Provinsi ...
Rantauprapat sebelumnya merupakan kota administratif, yang dihapuskan statusnya pada tahun 2003 menjadi kota kecamatan biasa karena tidak memenuhi persyaratan peningkatan daerah otonom. pada tahun 1993-1994 kota ini mendapatkan predikat kota bersih dibuktikan dengan diberikannya penghargaan adipura oleh Presiden kala itu Soeharto.

Etimologi
Nama Rantauprapat tidak diketahui dengan jelas. Ada masyarakat yang mengatakan bahwa nama Rantauprapat berasal dari kata "Merantau ke Parapat (desa)". Namun ada juga yang berpendapat bahwa Rantauprapat adalah tempat persinggahan orang-orang merantau sehingga banyak orang yang menjadi merapat/semakin dekat.

Pemerintahan
Wilayah Rantauprapat terbagi menjadi 2 kecamatan dan 19 kelurahan dalam Kabupaten Labuhanbatu

Rantau Utara
Rantau Selatan
Geografi
Rantauprapat memiliki luas 17.679 Ha (176.79 km²) atau 2.4% dari wilayah Sumatra Utara. Secara geografis, Rantauprapat terletak pada 2°09'30.4"–2°00'57.7" Lintang Utara dan 99°46'30.8"– 99°53'06.8" Bujur Timur

Secara Administratif, batas wilayah Rantauprapat adalah sebagai berikut:
Utara, Selatan ...
Rantauprapat dilintasi oleh Sungai Bila (Bilah), yang bermuara di Sungai Barumun di dekat Tanjung Sarang Elang. Ada juga beberapa sungai-sungai kecil yang melintasi Rantauprapat, yang kemudian bergabung dengan Sungai Bilah.

Iklim
Iklim Rantauprapat tergolong tropis. Curah hujan di Rantauprapat cukup signifikan, dengan curah hujan bahkan selama bulan terkering. Iklim ini dianggap Af sesuai klasifikasi iklim Köppen-Geiger. Suhu tahunan rata-rata adalah 26,0° C di Rantauprapat, suhu terendah tercatat yaitu 12,22 C atau 55 F pada dini hari pada tanggal 24 april 2018. Curah hujan di sini rata-rata 2567 mm.
Agama
data BPS Kabupaten Labuhanbatu tahun 2017, mayoritas penduduk Kota Rantau Prapat menganut agama Islam yakni 73.71%, kemudian Kristen Protestan 16.37%, Katolik 7.36%, Buddha 1.40 %, Hindu 1.14 %, dan Konghucu 0.02%.

Transportasi
Darat
Ada satu terminal di Rantau Prapat, yaitu Terminal Padangbulan

Rantauprapat juga memiliki becak motor, yang dapat ditemukan di setiap persimpangan jalan. Desain becak motornya juga sama dengan becak motor di Kota Medan. Juga dapat membawa penumpang ke mana saja dalam kota, termasuk juga jalan yang menanjak, dimana kota ini memiliki banyak jalan yang tidak rata atau berbukit.

Ada angkot yang membawa penumpang dari pusat kota Rantauprapat menuju Sigambal

Kereta api Sribilah menghubungkan Rantau Prapat dengan Medan, dan beberapa kota lainnya yang berada di jalur, seperti Kisaran, Tebing Tinggi,

Udara
Pembangunan sebuah bandar udara sudah direncanakan. Letaknya direncanakan berada di dekat kota Aek Nabara, Bilah Hulu, yang berjarak 10 km dari batas Rantauprapat

Pusat Perbelanjaan
Plaza dan Mal
Suzuya Plaza, terletak di dekat Taman Makam Pahlawan, Rantau Utara. Merupakan pusat perbelanjaan yang pertama kali dibuka di Rantauprapat
Brastagi Supermarket, terletak di Jalan Jend. Ahmad Yani, Rantau Selatan
Suzuya Rantauprapat Mall, terletak di dekat Universitas Labuhanbatu, Rantau Selatan. Merupakan mall pertama di Rantauprapat
Homesmart, terletak di Jalan Sisingamangaraja, Rantau Selatan. Merupakan plaza yang menjual bahan bangunan
Pasar
Pasar Lama, pasar tradisional pertama di Rantau Prapat
Pasar Baru, pasar yang sudah ditutup dan digantikan oleh Pasar Gelugur
Pasar Gelugur, merupakan pasar dengan konsep yang menggabungkan pasar tradisional dengan pasar modern. Pasar ini adalah pasar yang paling ramai di Rantauprapat
Pasar Sigambal, pasar yang berada di Sigambal, Rantau Selatan.
Rencana Pembentukan Kota Rantau Prapat
Rantauprapat yang merupakan ibu kota Kabupaten Labuhanbatu direncanakan menjadi kota. Kecamatan yang mungkin bergabung ke dalam kota ini meliputi:

Rantau Selatan
Rantau Utara
Bilah Barat (pengajuan pemekaran kecamatan)

https://sukuangkola.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar